Pages

Sabtu, 17 September 2011

Resume Analisis Sistem Informasi Pertemuan 1

Judul  : Resume ASI pertemuan 1
Nama  : Nur Amirulloh
Nim    : 10410100100

     Di sini saya akan membahas 8 kategori tentang informasi yang diberikan oleh dosen kami di STIKOM, yang mana sesuai dengan tugas Analisis Sistem Informasi pada pertemuan 1 :

a.    Transaction Processing Systems        
Transaction Processing Systems (TPS), merupakan sistem informasi komputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. Sistem ini bekerja pada level operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian. Proses dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data, memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar lengkap dan ringkasan.
sistem ini tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Karena manajer melihat data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat penting bagi operasi bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi dengan lancar dan tanpa interupsi sama sekali. Transaction processing systems (TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems). Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh Sistem Informasi Manajemen.



b.    Office Automation Systems     
Office automation system (OAS) terkadang disebut juga dengan Virtual Office (VO), konsep OAS menggabungkan penggunaan berbagai peralatan IT (Information Technology mencakup hardware dan software) dalam berkomunikasi baik dengan satu orang/unit maupun banyak orang/unit untuk mengurangi penggunaan kertas (paperless) dengan tujuan terjadinya peningkatan kecepatan, ketepatan, keamanan kerja di kantor dan meningkatkan produktivitas kerja. Secara sederhana konsep OAS menyambungkan beberapa peralatan IT via sebuah server. Server sebagai pusat pengendali untuk setiap workstation dan peralatan lainnya. Para pemakai (user) dapat saling berhubungan dengan pemakainya lainnya melalui server tadi. Semua informasi dan dokumen disimpan didalam server dan untuk memudahkan digunakan berbagai software yang dapat mengatur masing-masing pengguna workstation. Melalui penggunaan jaringan LAN (Local Area Network) dan Intranet serta Internet seorang user/pemakai akan dapat berkomunikasi dengan pemakai lainnya tanpa ditentukan/dibatasi oleh jarak dan waktu.

c.    Knowledge Work Systems       
Knowledge work systems (KWS) adalah sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru ke organisasi. Knowledge Work System mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur, dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.





d.   Management Information Systems     

Management Information Systems adalah sistem informasi pada management-level sebuah organisasi yang melayani fungsi-fungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan yang dibuat dengan menyediakan ringkasan rutin dan laporan periodik. Sistem Informasi Manajemen tidak menggantikan Transaction Processing Systems; melainkan semua SIM mencakup pengolahan transaksi. SIM adalah sistem informasi yang sudah terkomputerisasi yang bekerja karena adanya interaksi antara manusia dan komputer. Dengan bantuan manusia, perangkat lunak (program komputer) dan perangkat keras (komputer, printer, dan lain-lain) agar berfungsi dengan baik, SIM mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Transaction Processing Systems, termasuk analisis keputusan dan pembuatan keputusan.




         Lingkup kerja MIS :
     ·     Proyek Pengembangan Intern
 Wireless System, VOIP (Voice Over Internet Protocol), Absensi Barcode, Sistem Informasi Offset, Sistem   Akuntansi dan Keuangan Pura Group (SAKTI), Web Intermart.

     ·     Proyek Pengembangan Extern
 LIMS (Laboratory Information Management System), Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) Nasional, Sistem  Monitoring Pita Cukai Hasil Tembakau.

e.    Decision Support Systems
Decision-support systems (DSS) adalah sistem informasi di management-level sebuah organisasi yang mengkombinasikan data dan model analitis yang rumit untuk mendukung pengambilan keputusan yang terstruktur dan semi terstruktur. Decision Support System (DSS) hampir sama dengan SIM tradisional kerena keduanya sama-sama tergantung pada basis data sebagai sumber data. DSS berangkat dari SIM tradisional kerena menekankan pada fungsi mendukung pembuatan keputusan di seluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual masih wewenang eklusif pembuat keputusan. DSS lebih sesuai untuk orang-orang atau kelompok yang menggunakannya daripada SIM tradisional.

Sebuah Sistem Pendukung Keputusan (DSS) merupakan kumpulan aplikasi perangkat lunak terintegrasi dan perangkat keras yang membentuk tulang punggung keputusan organisasi proses pembuatan. Perusahaan di semua industri bergantung pada alat-alat pendukung keputusan, teknik, dan model untuk membantu mereka menilai dan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan bisnis sehari-hari. Sistem pendukung keputusan adalah data-driven, karena seluruh proses feed off dari pengumpulan dan ketersediaan data untuk menganalisis. Business Intelligence alat pelaporan (BI), proses, dan metodologi merupakan komponen kunci untuk setiap sistem pendukung keputusan dan menyediakan pengguna akhir dengan pelaporan kaya, pemantauan, dan analisis data.

Tingkat tinggi Persyaratan Sistem Pendukung Keputusan:
·       Pengumpulan data dari berbagai sumber (data penjualan, data persediaan, data pemasok, data pasar penelitian. Dll)
·       Format data dan pemeriksaan
·       Sebuah lokasi yang cocok dan format database yang dibangun untuk pendukung keputusan berbasis pelaporan dan analisis
·       Kuat alat dan aplikasi untuk melaporkan, memantau, dan menganalisis data

Sistem pendukung keputusan telah menjadi kritis dan di mana-mana di semua jenis usaha. Dalam pasar global saat ini, adalah penting bahwa perusahaan-perusahaan merespon dengan cepat terhadap perubahan pasar. Perusahaan dengan sistem pendukung keputusan yang komprehensif memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.


f.   Expert Systems


Expert systems merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti : sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya.

Kemampuan sistem pakar :
·        ~     Menjawab berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan bidang keahliannya.
·     ~    Bila diperlukan dapat menyajikan asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai kejawaban yang dikehendaki
·         ~   Menambah fakta kaidah dan alur penalaran sahih yang baru ke dalam otaknya.

g.    Group Decision Support Systems
Group Decision Support System (GDSS), yang digunakan di ruang khusus yang dilengkapi dengan sejumlah konfigurasi yang berbeda-beda, memungkinkan anggota kelompok berinteraksi dengan pendukung elektronik, seringnya dalam bentuk perangkat lunak khusus dan suatu fasilitator kelompok khusus. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-samamenyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi, dan skenario. Perangkat lunak GDSS dirancang untuk meminimalkan perilaku kelompok negatif tertentu seperti kurangnya partisipasi berkaitan dengan kekhawatiran atau tindakan balasan untuk menyatakan bahwa sudut pandang tidak dikenal, domonasi oleh anggota kelompok vokal, dan pembuatan keputusan 'group think'. Kadang-kadang GDSS dibahas menurut istilah yang lebih umum Computer Supported Collaborative Work (CSCW), yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut 'groupware' untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan. Sistem Pendukung Keputusan kelompok yang berusaha memperbaiki komunikasi di antara para anggota kelompok dengan menyediakan lingkungan yang mendukung dan mendukung para pengambil keputusan dengan menyediakan perangkat lunak GDSS yang disebut groupware.

h.   Excecutive Support Systems


Executive Support System (ESS) membantu para eksekutif mengatur interaksi mereka dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa di akses seperti kantor. Meskipun ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh TPS dan SIM, ESS membantu pengguna mengatasi problem keputusan yang tidak terstruktur, yang bukan aplikasi khusus, dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memikirkan problem -problem strategis. ESS memperluas dan mendukung kemampuan eksekutif, memungkinkan mereka membuat lingkungan tampak masuk akal.

Sumber untuk tugas ini : 
3. informatika-unkris.ac.id/img/buku/sistem-pakar-5.pdf

1 komentar: